BUKTI BAHWA WILAYAH TIMUR TENGAH MENGANUT AJARAN BUDDHA

Mes Aynak: Ekskavasi Sepanjang Jalur Sutera

oleh Bodhi Leaf pada 21 September 2012 pukul 12:02 ·
BLNews, 21 September 2012

Joanie Meharry mewawancarai Direktur Museum Nasional Afghanistan tentang pemberitaan spektakuler penemuan di Mes Aynak dan pameran baru yang menampilkan beberapa dari artifak-artifak yang mengejutkan tersebut.


>>Buddha Duduk. Kayu. Figur Buddha dalam posisi duduk meditasi di atas teratai dan merupakan satu-satunya yang selamat. Berasal dari Abad 5 - 7. Foto oleh Jake Simkin

Kabul, Afghanistan -- Hampir sepuluh tahun hingga sekarang sejak Taliban menghancurkan patung-patung sebelum era Islam di Museum Nasional Afghanistan, pameran, Mes Aynak: Ekskavasi sepanjang Jalur Sutera, dibuka di museum tersebut. Acara dimulai pada 15 Maret 2011 di Kabul juga diperingati oleh Kementerian Informasi dan Budaya Afghan, Makhdoom Raheen, Kementerian Pertambangan, Waheedullah Shahrani, dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Afghanistan, Karl W. Eikenberry, mendemonstarikan usaha yang terperinci sehingga pameran tersebut dapat diadakan.

Koleksi pameran merupakan penemuan terbaru daru biara Buddhis Kuno, Mes Aynak (" sumur tembaga kecil"), berlikasi di provinsi Logar yang memiliki permukaan yang terjal, 25 mil tenggara Kabul. Sejak 2009, arkeologis dari Institute Nasional Arkeologi dan Délégation Archéologique Française en Afghanistan (DAFA) telah mengeskavasi dengan cepat situs ini. Usaha mendesak tersebut dikarenakan, kurang dari tiga tahun, China Metallurgical Group Corp, sebuah perusahaan tambang Cina, telah menjadwalkan untuk mengembangkan daerah tambangnya - tambang tembaga kedua terbesar di dunia yang belum tereksploitasi. Kontrak tambang tersebut akan membawa dana segar lebih dari $3 milyar untuk Afghanistan yang sedang mengalami krisis ekonomi. Sementara itu, Kementrian Informasi dan Budaya, Kementrian Pertambangan, dan delegasi internasional telah membuat usaha terpadu untuk mempromosikan baik sumber daya alam Afghanistan maupun warisan budayanya.

Pameran, Mes Aynak: Ekskavasi sepanjang Jalur Sutera, merupakan satu tindakan inisiatif dan penting yang mana telah dikurasi oleh staff museum. Ditempatkan dalam dua ruangan pada lantai kedua museum, tampilan yang menyala-nyala ditekankan dengan cahaya ruangan yang remang-remang dan tembok yang berwarna merah gelap. Koleksi tersebut terdiri dari 70 bagian keramik kuno, koin, dan pahatan. Dari semua koleksi juga termasuk patung Jataka Dipankara, yang mana pada bagian belakanganya terdapat lukisan unik menggambarkan kehidupan sebelumnya dari Buddha Gotama,  berasal dari Abad ke 3 - 5, dan sebuah patung Buddha duduk dari kayu, yang berasal dari Abad ke 5. Tentu saja, arkeologis telah mengumandangkan penemuan dari Mes Aynak merupakan penggalian yang luar biasa di Afghanistan. Pameran tersebut juga dilengkapi dengan buklet berilustrasi, yang dipublikasi di Inggris, Dari, dan Pashtu.

Beberapa bulan setelah pameran dibuka, saya berbicara dengan Imara Khan Massoudi, Direktur Museum Nasional, tentang pandangan Beliau akan pameran Mes Aynak dan situs arkeologi dan keberadaan mereka untuk Afghanistan. Berikut merupakan narasi dari wawancara tersebut:

JM: Cerikan tentang kapan dan mengapa Anda yang pertama merencanakan pameran ini.

OKM: Sejak dari 2009, Institut Arkeologi Afghanistan memulai penggalian di situs Mes Aynak. Beberapa artifak, yang mereka dapatkan, mereka kirim kepada kami. Pada 2012, mereka juga menggali beberapa artifak yang dikirim ke Museum Nasional Afghanistan. Untuk tujuan ini, kami mengatur pameran Mes Aynak di museum.

Mes Aynak merupakan situs Buddhis yang besar di provinsi Logar. Arkeologis bekerja dengan sangat keras. Mereka melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan, secepat mungkin, penggalian ini. Saya pikir situs ini sangat penting untuk saya, untuk staff museum juga.

JM: Mengapa Pameran Mes Aynak juga penting?

OKM: Mereka menemukan bermacam-macam jenis artifak. Sebagai contohnya, ini merupakan pertama kali mereka mengekskavasi sebuah patung Buddha duduk dari kayu. Dan, juga, mereka mendapatakn satu artifak, Buddha Dipankara, yang du bagian belakangnya terdapa lukisan. Ini sangat penting. Kami tidak pernah memiliki artifak sejenis ini pada Museum Nasional dari situs kuno lainnya.

Untuk tujuan ini, kami mengatur pameran dengan dukungan dari Duta Besar Amerika Serikat. Kami telah melakukan peresmian pada 15 Maret 2011. Pada saat itu merupakan saat yang spesial. Kami mengundang banyak orang terutama: cultural attaché  dan juga perwakilan dari kedutaan yang berbeda di Afghanistan.

Pada saat yang sama, ini juga sangat penting bagi kami. Kementerian Informasi dan Budaya mengumumkan saat pertemuan tersebut bahwa kementrian ingin untuk membuat gedung yang baru untuk museum, sehingga kami mendapatkan tanah dari Kementerian Pertahanan atas perintah dari presiden kami. Itu merupakan momen yang indah saat Beliau mengumumkan hal tersebut.

Juga, setelah pertemuan itu, saat pidato telah usai, kami melakukan peresmian pembukaan pameran Mes Aynak. Saya pikir hal itu sangat menarik semua orang yang mereka undang. Saya pikir saat semua orang mengunjungi pameran, mereka mengapresiasi dan mereka juga menikmati kunjungan mereka.

JM: Jadi, sejauh ini pameran telah mendapat perhatian yang baik dari publik?

OKM: Tentu saja! Terdapat banyak media yang kami undang pada hari peresmian. Juga, setelah itu, sekarang anak-anak sekolah dah para mahasiswa dari universitas yang berbeda dapat datang. Mereka menikmati kunjungan ke pameran ini.

JM: Juga terdapat banyak penemuan penting dari Aynak, seperti yang anda katakan. Bagaimana anda memilih artifak yang mana yang akan ditampilkan?

OKM: Sebenarnya, ini merupakan situs yang sangat besar. Kami tidak dapat menerima semua artifak dari situs ke Museum Nasional. Kami tidak memiliki tempat yang cukup. Jika anda melihat situsnya, terdapat banyak stupa yang mereka ekskavasi. Kami tidak memiliki ruang yang cukup di Museum Nasional.

Kementerian Informasi dan Budaya telah berencana untuk memiliki museum situs, yang mana dekat dengan area Mes Aynak. Dalam kasus ini, pemerintah provinsi Logar telah menyebut lahan sekitar 60,000 hektar. Kedepannya, kementerian kami berencana untuk mengirim semua artifak-artifak besar, termasuk yang kecil dan stupa besar, ke museum situs. Ini dikarenakan membawa semua artifak ke Museum Nasional Afghanistan, yang mana jauhnya sekitar 30 km, adalah sangat sulit. Kementerian kami memilih untuk membangun museum situs di distrik Logar. Sehingga menjadi mungkin untuk mengirimkan semua itu dengan aman ke museum situs.


>>Bagian depan Buddha Dipankara. Batu Tulis dilukis dan disepuh. Pada bagian belakang sebuah lukisan unik merepresentasikan bagian dari cerita Jataka, kehidupan sebelumnya Buddha Gotama. Foto oleh Jake Simkin

JM: Kedutaan Amerika Serikat juga mengumumkan rencana untuk konservasi dan fasilitas penyimpanan. Apakah di situ tempat artifak yang tersisa ditempatkan berikutnya?

OKM: Betul! Duta Besar Amerka Serikat mengumumkan $5 juta untuk bangunan baru Museum Nasional. Pada saat yang sama mereka telah mengadakan kunjungan ke situs Mes Aynak. Mereka berjanji kepada Kementerian Informasi dan Budaya untuk membangun fasilitas untuk membersihkan dan konservasi artifak-artifak. Mereka berjanji akan mendukung proyek ini untuk museum situs untuk membuat lab di sana dan juga tempat penyimpanan.

JM: Menyoal situasi keamanan yang tidak pasti, apakah anda pikir saat ini adalah saat yang tepat untuk melakukan ekskavasi, seperti Mes Aynak?

OKM: Saya pikir situs tersebut aman - tidak ada yang terjadi dalam dua atau tiga tahun terakhir. Kementerian Dalam Negeri mengecek keamanan situs. Saya pikir terdapat lebih dari 1,500 polisi yang terlibat untuk keamanan di situs. Tidak terjadi apapun hingga saat ini. Saya harap orang-orang membantu untuk keamanan, karena ini merupakan keuntungan bagi masyarakat di provinsi Logar. Ini juga merupakan hal yang baik bagi masyarakat Afghanistan. Saya pikir keamanan lebih baik saat ini.

Mereka harus melanjutkan ekskavasi situs Mes Aynak. Kementerian mencoba melakukan yang terbaik untuk secepatnya menyelesaikan ekskavasi ini karena perusahaan Cina (China Metallurgical Group Corp) ingin menyelesaikan ekskavasi arkeologi ini. Kemudian mereka akan mulai menggali tembaga dari situs tersebut. Kami harus menyelesaikan ekskavasi secepatnya.

JM: Pertambangan merupakan topik yang utama di Afghanisatan saat ini . . .

OKM: Ini merupakan hal yang penting bagi kami. Kami mengapresiasi proyek ini untuk negara kami, namun kami juga harus melindungin warisan budaya kami. Kami harus, secepatnya, menyelesaikan ekskavasi ini.

--------
Catatan Editor: Dalam pengumuman yang dikeluarkan oleh laporan Warisan Budaya yang beresiko,  International Council on Monuments and Sites (ICOMOS) telah menempatkan Mes Aynak ke dalam monumen dan situs yang paling terancam di seluruh dunia.

Joanie Meharry  saat ini menyelesaikan gelar MA di International and Comparative Legal Studies at the School of Oriental and African Studies di London. Musim panas ini, ia tinggal di Kabul dan melakukan riset tentang situs arkeologi Mes Aynak dengan Global Heritage Fund Fellowship dan Connecticut Ceramics Study Circle Grant, selaku direktur proyek, Untold Stories: the Oral History of Afghanistan’s Cultural Heritage, dengan Hollings Center for International Dialogue Grant. Ia sering menulis tentang budaya dan politik Afghanistan. Joanie juga menyandang gelar MSc untuk pembelajaran Ketimuran Islamik dan Timur Tengah dari University of Edinburgh.

Sumber: buddhistchannel.tv
Share:

Paling di suka

Di Buka

Daftar Isi

Terima kasih telah mengunjungi blog kami. Powered by Blogger.

Recent Posts