KEMATIAN ITU TIDAK MENGERIKAN

Kematian? Tidak Semengerikan Dengan Apa yang Dibicarakan.

oleh Bodhi Leaf pada 26 September 2012 pukul 12:58 ·
BLNews, 26 September 2012


>> Dave Thomas, seorang praktisi meditasi yang telah berhasil mengatasi kengerian akan kematian, divonis menderita penyakit Pulmonary Fibrosis dan dinyatakan akan meninggal dalam waktu dekat.

Bristol, UK -- Kematian merupakan ketakutan terbesar manusia - sesuatu yang umumnya kita abaikan dalam piliran kita hingga kita dipaksa untuk berhadapan dengannya, namun menghadapi kematian kita sendiri kemungkinan adalah rintangan psikologikal tersulit yang kita akan temui.

Dave Thomas, 52 tahun, yang sedang sakit parah, kematiannya sendiri merupakan ketakutan yang ia gulati dengan keyakinan yang luar biasa akan Buddhis dan menggunakan tehnik meditasi yang ia kembangkan lebih dari dua dekadi sebagai praktisi Buddhis.

"Kematian ini tidak semengerikan apa yang dibicarakan," terang mantan jurnarlis Fleet Street kepada saya, memberikan senyuman yang hangat, saat kami bertemu di pusat meditasi Buddhis yang ia selalu hadiri sejak empat tahun yang lalu - Amitabha Buddhist Centre di Gloucester Road.

Pusat ini dibangun oleh sebuah komunitas Bhikku Buddhis, termasuk pengajar meditasi pribadi Dave, Kelsang Chonder, yang dengan kebaikannya sehingga membuat nyaman suasana dengan kebiasaan monastik Beliau untuk menyiapkan kopi.

Pusat yang telah menjadi tengara Bishopston setidaknya untuk 20 tahun terakhir, yang dahulunya merupakan rumah pemuka agama, telah melatih lebih dari 5,000 warga Bristol dengan tradisi meditasi Buddhis kuno.

Bagi Dave, asfek ketenangan dari meditasi datang dengan sendirinya setelah ia diberitahu bahwa ia hanya memiliki waktu yang singkat untuk hidup.

"Saya telah didiagnosa fibrosis paru-paru, jaringan parut pada paru-paru, pada 2010," jelas Dave. "Saya mendapati diri saya sulit untuk bernafas, dan saya tidak tahu apa penyebabnya.

"Namun konsultan di BRI menjelaskan kondisinya kepada saya - secara esensial, kantung-kantung udara di paru-paru saya gagal untuk mengirimkan oksigen dari udara ke peredaran darah. Parahnya hal tersebut tidak bisa disembuhkan tanpa transplantasi paru-paru.

"Beberapa tahun sesudahnya, dan apa yang dokter yakini bahwa Saya hanya memiliki beberapa bulan untuk hidup.

"Ketika diberitahu bahwa anda akan mati merupakan pengalaman yang luar biasa. Tiba-tiba anda menghadapi sesuatu yang besar. Itu akan membuat pening kepala anda.

"Namun meditasi sangat membantu saya - baik dalam keadaan untuk menerima keadaan yang ada, juga secara pratek, dalam keadaan untuk membantu pernafasan saya."

Dave menggunakan sebuah tabung oksigen yang mudah dibawa, yang mana akan memompa oksigen ke hidungnya untuk membantu pernafasannya, tapi saat ia bermeditasi ia tidak membutuhkannya.

"Ini bukan efek psikologikal," terangnya. "Saya sering mengunjungi Southmead Hospital untuk mengecek tingkat oksigen dalam darah saya, dan konsultan di sana dapat melihat bahwa tingkat oksigen dalam darah saya meningkat saat saya bermeditasi.

"Kematian/Sekarat tidak seluruhnya buruk," katanya. "Dari saat seseorang mengatakan anda bahwa anda sekarat, anda akan melihat dunia dengan berbeda. Anda menghargai segalanya, dan itu sebenarnya sangat indah.

"Saya terkadang berjalan di antara pepohonan di dekat rumah saya, dan penyakit itu menyerang saya ketika saya sedang jogging melewati jalan setapak.

"Kali ini saya terengah-engah, berjuang untuk bernafas, namun karena saya berjalan degan begitu pelannya, saya dapat memperhatikan hal-hal yang sebelumnya tidak saya perhatikan - pohon-pohon dan bunga-bunga. Detail yang indah."

Dave mengatakan ia adalah "the typical old-school Fleet Street hack" saat dirinya menemukan Buddhisme, ketika bekerja di Sunday People pada era Maxwell sekitar 1980.

"Saya memiliki saat yang luar biasa, melakukan pekerjaan yang saya cintai, dan dengan keluarga yang cantik, namun saya sadar akan beberapa hal, kembali kepada pikiran saya, Saya tidak puas. Saya tidak merasa sepenuhnya bahagia.

"Saya memutuskan memberi meditasi sebuah kesempatan - namun saya adalah jurnalis yang sinis, dan tidak berharap untuk mendapatkan apapun dari meditasi. Setelah sekitar lima sesi, saya bersiap untuk berkemas-kemas. Tapi kemudian saya mendapati keyakinan saya salah, dan saya menemukan diri saya menerima kekecewaan dengan cara yang saya sebelumnya tidak pernah jalani - sebelumnya saya berpikir hal itu akan merusak minggu saya.

"Saya menyadari bahwa meditasi yang perlahan dan menenangkan telah mengubah pola pandang saya - meneduhkan saya. Sehinga saya tetap menjalani sesi meditasi saya, dan sejalan dengan waktu, bersamaan dengan pelajaran Buddhis yang ada di sesi, telah menghasilkan efek baik pada saya dan kemampuan saya untuk menemukan penerimaan secara damai ketika hal-hal buruk terjadi.

"Awalnya saya diolok-olok oleh kolega-kolega saya di kantor berita tentang hal itu,"katanya. "Namun perlahan mereka juga menemukan efek yang luar biasa pada diri saya, dan akhrinya mereka menjadi sangat tertarik - sebagian bahkan mencobanya untuk diri mereka sendiri."

Dave pindah ke Bristol sekitar 1990 sebagai salah satu pendiri agensi berita South West News Service, dan kemudian mendirikan bisnis media lainnya, Medavia, namun terpaksa pensiun beberapa tahun yang lalu sehubungan dengan kondisi kesehatannya. Saat ini ia telah mencapai tingkat yang luar biasa dalam penerimaannya sehubungan dirinya menghadapi akhir hidupnya.

"Saya telah melakukan perawatan intensif dua kali dalam beberapa bulan belakangan, dan dalam kedua kunjungan tersebut saya pikir beberapa jam lagi saya akan meninggal.

"Saya sangat beruntung dengan kedua kunjungan tersebut- sehingga saya tahu bahwa menggunakan meditasi cinta kasih, yang mana, meditasi pada kesedihan orang-orang di sekitar saya di unit perawatan intensif, saya dapat memusatkan pikiran saya seluruhnya keluar dari ketakutan apapun mengenai kematian saya sendiri, dan apa yang tertinggal adalah penerimaan yang damai.

"Yang menjadi perhatian saya lebih adalah penderitaan yang saya tahu akan muncul pada keluarga saya dan teman-teman terdekat ketika saya mati.
"Setelah saya didiagnosis, setiap anak-anak saya secara terpisah menawarkan saya satu dari paru-paru mereka, yang mana itu menyakitkan hati - itu menunjukkan banyaknya cinta, namun itu menjadi perhatian saya bahwa mereka tidak siap untuk saya tinggal, meskipun saya telah dapat menerima kematian saya sendiri.

"Saya tahu saya merasa sedih meninggalkan keluarga saya dan teman-teman dan apapun yang telah saya kerjakan sepanjang hidup saya, namun saya juga tahu bahwa melalui meditasi saya dapat menghadapi rasa takut akan kematian. Sekali anda menghadapinya, maka tidak ada yang tertinggal untuk ditakuti. Penerimaan merupakan pembebasan yang luar biasa.

"Dalam satu hal, saya sebenarnya sangat tertarik mengenai tantangan yang akan saya hadapi nanti. Berikutanya saya berada dalam unit perawatan intensif, itu tidak bisa lagi dihindarkan. Saya bergairah untuk menghadapi tantangan terakhir dalam hidup ini - untuk menerapkan apa yang saya latih dan pelajari melalui meditasi selama hampir 20 tahun ini."

Dave tersenyum lagi. Ia memandangi rupang Buddha yang besar yang mendominasi ruangan tersebut, dan memandang sekilas pada guru meditasinya, Kelsang Chonder. Terdapat banyak kedamaian dalam matanya, sepertinya tidak mungkin untuk merasa sedih. Saya menjabat tangannya, dan ia kembali bermeditasi.Informasi lanjut untuk ikut dalam sesi meditasi di Amitabha Buddhist Centre – yang mana terbuka bagi semua orang dari semua agama - kunjungi website di www.meditationbristol. org.

Sebuah ceramah publik Buddhisme modern akan disampaikan oleh Kadam Bridget Heyes,  di Colston Hall pada Hari Selasa 23 Oktober, dari 7pm-8pm. Untuk lebih detail, hubungi 0117 974 5160.

Sumber: buddhistchannel.tv
Share:

Paling di suka

Di Buka

Daftar Isi

Terima kasih telah mengunjungi blog kami. Powered by Blogger.

Recent Posts